AL-QURAN 1

Sunday, August 31, 2014

Hati Yang Mati



Firman Allah (s.w.t) Surah Al-Baqarah Ayat7
"Khatamallahu 'alaa quluubihim wa'alaa sam'ihim wa'alaa abshaarihim ghisyaawatun walahum 'adzaabun 'adhiim" (Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat). 
(Al-Baqarah: 7).

Mengenai firman-Nya, Khatamallahu, As-Suddi mengatakan, artinya bahwa Allah Tabaraka wa Ta'ala telah mengunci mati.
Masih berkaitan dengan ayat ini, Qatadah mengatakan, "Setan telah menguasai mereka karena mereka telah mentaatinya. Maka, Allah mengunci mati hati dan pendengaran serta pandangan mereka ditutup, sehingga mereka tidak dapat melihat petunjuk, tidak dapat mendengarkan, memahami, dan berpikir."
Ibnu Juraij menceritakan, Mujahid mengatakan, Allah mengunci mati hati mereka. Dia berkata ath-thab'u artinya melekatnya dosa di hati, maka dosa-dosa itu senantiasa mengelilinginya dari segala arah sehingga berhasil menemui hati tersebut. Pertemuan dosa dengan hati tersebut merupakan kunci mati.
Lebih lanjut Ibnu Juraij mengatakan, kunci mati dilakukan terhadap hati dan pandangan mereka.
 
Ibnu Juraij juga menceritakan, Abdullah bin Katsir memberitahukan kepadaku bahwa ia pernah mendengar Mujahid mengatakan, arraan (penghalangan) lebih ringan daripada ath-thob'u (penutupan dan pengecapan), dan ath-thob'u lebih ringan daripada al-iqfaal (penguncian).

Al-A'masy mengatakan, Mujahid memperlihatkan kepada kami melalui tangannya, lalu ia menuturkan, mereka mengetahui bahwa hati itu seperti ini, yaitu telapak tangan. Jika seseorang berbuat dosa, maka dosa itu menutupinya sambil membongkokkan jari kelingkingnya, ia (Mujahid) mengatakan, "seperti ini," Jika ia berbuat dosa lagi, maka dosa itu menutupinya, Mujahid membongkokkan jarinya yang lain ke telapak tangannya. Demikian selanjutnya hingga seluruh jari-jarinya menutup telapak tangannya. Setelah itu Mujahid mengatakan, "Hati mereka itu terkunci mati."
Mujahid mengatakan, mereka memandang bahwa hal itu adalah ar-raiin (kotoran, dosa).
Hal yang sama juga diriwayatkan Ibnu jarir, dari Abu Kuraib, dari Waki', dari Al-A'masy, dari Mujahid.

Al-Qurthubi mengatakan, umat ini telah sepakat bahwa Allah SWT telah menyifati diri-Nya dengan menutup dan mengunci mati hati orang-orang kafir sebagai balasan atas kekufuran mereka itu, sebagaimana yang difirmankan-Nya, 
"Sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya." 
(An-Nisaa': 155).

Al-Qurthubi juga menyebutkan hadis Hudzaifah yang terdapat di dalam kitab As-Shahih, dari Rasulullah saw., beliau bersabda, "Fitnah-fitnah itu menimpa pada hati bagaikan tikar dianyam sehelai demi sehelai. Hati mana yang menyerapnya, maka digoreskan titik hitam padanya. Dan hati mana yang menolaknya, maka digoreskan padanya titik putih. Sehingga, hati manusia itu terbagi pada dua macam: hati yang putih seperti air jernih, dan ia tidak akan dicelakai oleh fitnah selama masih ada langit dan bumi. Dan yang satu lagi berwarna hitam kelam, seperti tempat minum yang terbalik, tidak mengenal kebaikan dan tidak pula mengingkari kemungkaran."

Ibnu Jarir mengatakan, yang sahih menurutku dalam hal ini adalah apa yang bisa dijadikan perbandingan, yaitu hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah saw. 

Dari Abu Hurairah r.a., ia menceritakan, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin, jika ia mengerjakan suatu perbuatan dosa, maka akan timbul noda hitam dalam hatinya. Jika ia bertaubat, menarik diri dari dosa itu, dan mencari redha Allah, maka hatinya menjadi jernih. Jika dosanya bertambah, maka bertambah pula nodanya sehingga memenuhi hatinya. Itulah yang disebut ar-ran (penutup), yang disebut oleh Allah Ta'ala dalam firman-Nya, 'Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang telah mereka usahakan itu menutupi hati mereka'."


Hadis di atas diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Nasa'i dari Qutaibah, Al-Laits bin Sa'ad. Serta Ibnu Ibnu Majah, dari Hisyam bin Ammar, dari Hatim bin Ismail dan Al-Walid bin Muslim. Ketiganya dari Muhammad bin Ajlan. Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini bersetatus hasan sahih.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, Rasulullah saw. memberitahukan dalam sabdanya bahawa dosa itu jika sudah bertumpuk-tumpuk di hati, maka ia akan menutupnya, dan jika sudah menutupnya, maka didatangkan padanya kunci mati dari sisi Allah Ta'ala, sehingga tidak ada lagi jalan bagi iman untuk menuju ke dalamnya, dan tidak ada jalan keluar bagi kekufuran untuk lepas darinya. Itulah kunci mati yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya, "Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka."
Perbandingan kunci mati terhadap apa yang masih dapat dijangkau oleh kasad mata, tidak dapat dibuka dan diambil isinya kecuali dengan memecahkan dan membongkar kunci mati itu dari barang itu. Demikian halnya dengan iman, ia tidak akan sampai ke dalam hati orang (oleh Allah SWT) telah terkunci mati hati dan pendengarannya, kecuali dengan membongkar dan melepas kunci mati tersebut dari hatinya.

Perlu diketahui bahwa waqaf taam (berhenti sempurna saat membacanya) adalah pada firman-Nya, Khatamallahu 'alaa quluubihim wa'alaa sam'ihim, "Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka." Dan juga pada firman-Nya, Wa'alaa abshaarihim ghisyaawah, "Serta penglihatan mereka ditutup," (ayat-ayat di atas) merupakan kalimat sempurna, dengan pengertian bahwa kunci mati itu dilakukan terhadap hati dan pendengaran. Sedangkan ghisyawah adalah penutup terhadap pandangan, sebagaimana yang dikatakan As-Suddi dalam tafsirnya, dari Ibnu Mas'ud, dari beberapa orang sahabat Rasulullah saw. mengenai firman-Nya, "Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka," ia mengatakan, 'Sehingga dengan demikian itu mereka (orang-orang kafir) tidak dapat berpikir dan mendengar. Dan dijadikan penutup pada pandangan mereka sehingga mereka tidak dapat melihat."

Setelah menyifati orang-orang mukmin pada empat ayat pertama surah Al-Baqarah, lalu memberitahukan keadaan orang-orang kafir dengan kedua ayat di atas, kemudian Allah SWT menjelaskan keadaan orang-orang munafik, yaitu mereka yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran.

Ketika keberadaan mereka semakin samar di tengah-tengah umat manusia, Allah SWT semakin gencar menyebutkan berbagai sifat kemunafikan mereka, sebagaimana Allah telah menurunkan surah Bara'ah dan Munafiqun tentang mereka serta menyebutkan mereka di dalam surah An-Nur dan surah-surah lainnya guna menjelaskan keadan mereka agar orang-orang menghindarinya dan juga menghindari dari terjerumus kepadnya. Selanjutnya Allah Ta'ala berifman (lihat pada ayat berikutnya, red). (Rahman).

Sumber: 
Terjemahan Lubabut Tafsir Min Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir), 
Tim Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam

Semoga Bermanafaat
Wallahu'alam

Friday, August 8, 2014

Sikap Penentu Kejayaan



Lebih kurang 25 tahun yang lalu, iaitu 1974, masyarakat melayu telah gempar dengan lahirnya seorang anak melayu yang telah mampu membaca akhbar pada usia tiga tahun.  Hampir kesemua media membuat liputan.   Hari ini, perkara sebegini bukanlah sesuatu yang mengkagumkan.  Dengan adanya pelbagai kemudahan dan teknologi multimedia, ramai anak-anak yang boleh membaca pada usia sebegini. 

Tetapi pada 25 tahun yang lalu, diawal 70an pastilah kebolehan seperti ini dikira sebagai menakjubkan.  Hinggakan Prof. Diraja Ungku Aziz membawa anak ini balik ke kampungnya untuk diberikan ujian IQ.   Pengarah Jins Shamsudin pula menjadikannya pelakun kecil.  Begitulah hebatnya anak yang bernama Mohd. Sohkeri Hadapi Aziz ini.  Melihat kepada kebolehan dan kehebatan anak maka tidak hairanlah kalau hari ini beliau menjadi doktor atau pensyarah muda.  Tanggal 22 November 1997 masyarakat melayu sekali lagi digemparkan.  Kali ini oleh peristiwa seorang anak muda yang bekerja sebagai pembuat roti canai telah didakwa kerana memiliki enam paket kecil ganja.  Beliau telah didakwa dibawah Seksyen Akta Dadah Berbahaya 1952 (pindaan 1983).   Inilah orangnya yang menjadi tajuk perbualan 25 tahun yang silam.  Inilah dia Mohd. Sohkeri yang pernah dibanggakan dulunya.  Beliau jauh sekali dari dikatakaan berjaya.  Malah apa yang beliau lakukan hari ini langsung tidak menggambarkan kebolehan sewaktu kecil beliau.   Rendahkah IQ lelaki ini?  Tidak sama sekali.  Tidak berkebolehankah lelaki ini?  Jauh sama sekali.  Yang silapnya kerana ia tidak pernah terdedah kepada ilmu kecemerlangan diri dan pembentukan sikap.

Pastinya lebih ramai lagi.
Saya yakin, kalau perkara seperti ini boleh berlaku kepada seorang individu, ia juga telah berlaku, sedang berlaku dan akan terus berlaku kepada ramai lagi manusia lain.  Berapa ramai lagi agaknya yang senasib beliau.   Kita hanya mendengar cerita Mohd. Sohkeri.  Bagaimana pula dengan begitu ramai yang mungkin waktu kecilnya cemerlang kini tidak mampu meneruskan kecemerlangan ini.   Saya sendiri telah menemui begitu ramai pelajar yang mendapat 5A dalam UPSR, atau 8A dalam PMR, akhirnya kecundang salam SPM.  Mereka sekadar berpuashati dengan Gred 2 atau Gred 3 sahaja.  Ada yang lebih teruk sehingga mendapat SAP.
Persoalannya adakah mereka yang gagal dalam kehidupan hari ini selayaknya gagal?  Atau mereka tidak tahu yang sebenarnya dalam diri mereka ada sebutir permata yang tinggi nilainya dan belum digilap.  Inilah yang dikatakan sikap.  Tidak ada ertinya IQ yang tinggi serta kebolehan yang luarbiasa tetapi malas berusaha.  Sentiasa tangguh kerja, main-main dan ambil mudah.   Mereka ini berpenyakit tetapi tidak menyedarinya.  Kalau AIDS dan JE boleh membunuh diri, penyakit sikap ini pula boleh membunuh harapan dan masa depan.

Bagaimana sikap terbentuk? 
Sikap adalah sesuatu yang dipelajari melalui pengamatan, pendengaran dan pengalaman.  Dengan kata lain, sikap adalah tindakan dan tingkahlaku diri berlandaskan cara fikir seseorang individu.  Dua orang yang mempunyai cara fikir yang berbeza akan bertindakbalas secara berbeza juga terhadap sesuatu peristiwa atau persekitaran.  Cara fikir merubah tingkah laku seseorang dan mempengaruhi sikap seseorang.  Cara fikir sebenarnya sesuatu yang dipelajari dan ditiru.  Antara sumber-sumbernya ialah:
·         Orang sekeliling - Ibu bapa, guru-guru, rakan-rakan, idola
·         Pengaruh media - TV, radio, internet
·         Bahan bacaan - novel, majalah, akhbar, buku-buku.
·         Persekitaran - Agama, bangsa, kebudayaan
·         Peristiwa silam - besar atau kecil
·         Pengalaman
Sebab itulah ada pepatah yang mengatakan bapa borek anak rintek.  Kalau bapa jenis panas baran maka anaknya berkemungkinan juga demikian.  Tetapi tidak pula semua anak berkelakuan serupa seperti bapa.  Mungkin anak  yang lain pula cukup mengkagumi gurunya dan kebetulan pula guru seorang yang penyabar.
Maka sikap panas baran bapa tidak ditiru oleh anak  ini kerana dia dapat menilai bahawa sikap itu tidak menguntungkan sesiapa.   Dalam keadaan ini, pengaruh guru lebih besar atas diri anak ini dalam konteks tersebut.  Jadi seorang anak membesar dengan meniru tingkah laku orang lain.   Sikap-sikap negatifnya mungkin diperolehi daripada gabungan pelbagai sumber.   Pemarah macam ayah, boros macam emak, malas macam abang, pakaian macam artis, buang masa macam rakan-rakan dan sebagainya.  Begitu juga dengan sikap positifnya juga ditiru dari orang lain.  Berani macam ayah, bercakap benar macam emak, suka mencuba macam abang, gigih macam artis pujaan dan hormat ibu bapa macam rakan.
Satu kelemahan otak ialah ia menerima segala maklumat yang dilihat dan didengar ini, sama ada positif atau negatif, tanpa sekatan.  Apabila maklumat yang sama diterima berulang-ulangkali maka sedikit sebanyak mula terbentuk kepercayaan dalam diri bahawa tidak salah untuk menerima pakai atau meniru cara orang lain ini.  Keadaan ini berlaku di bawah kesedaran seseorang.   Ia berlaku dalam tempoh masa yang panjang sebelum menjadi lazim dalam pemikiran.   Setelah ia menjadi kebiasaan segala tindak balas kita menjadi spontan dan kerap kali tindakan kita diluar kawalan diri. 

Bolehkah sikap diubah?
Sikap yang negatif boleh diubah kepada positif hampir serta merta.  Misalnya anda membonceng motisikal rakan.  Rakan anda membawa motisikal dengan laju dan gopoh-gapah.  Anda tumpang seronok.  Akibatnya berlaku kemalangan dan rakan anda mati ditempat kejadian.  Ketika itu juga anda berkemungkinan besar mula mengubah sikap anda apabila membawa motosikal.  Walau pun ia berlaku hanya sekali dalam kehidupan, tetapi pengalam tersebut cukup menyakitkan dan menyedihkan.  Ia mengubah cara fikir anda serta merta.  Sikap anda juga berubah serta merta. 
Sebenarnya untuk berubah anda tidak memerlukan masa yang panjang.  Masa yang panjang sebenarnya untuk kita mengumpul maklumat dan membina keyakinan serta kepercayaan sememangnya perubahan diri itu sesuatu yang mesti dilakukan.  Setelah anda membuat keputusan, perubahan berlaku serta merta.   Masa yang panjang ini sebenarnya boleh disingkatkan dengan syarat anda mendapatkan maklumat yang diperlukan untuk menyokong kepercayaan anda untuk berubah itu sekarang.   Anda perlu mendapatkan maklumat dari orang yang boleh memberikannya kepada anda.   Sekiranya anda seorang pelajar, kursus Motivasi Alihan Pelajar salah satu tempat yang terbaik untuk anda mendapatkan maklumat ini.
Ramai yang tidak menyedari bahawa sikap ibarat pakaian yang boleh dipilih untuk disarungkan kebadan.  Bagaimana mudahnya menukar pakaian begitu juga mudahnya mengubah sikap.  Dengan syarat tahu rahsia dan kaedahnya. 
Untuk berubah sikap, setiap kepercayaan dan pegangan hidup yang negatif perlu digugat, dicabar, dibenci dan kemudiannya digantikan dengan alternatif yang baru.  Proses ini lebih mudah dilakukan sekiranya dibantu oleh seseorang  yang pakar dalam bidangnya.  Perhatikan sejenak, adakah sikap anda selama ini membolehkan anda menggunakan sepenuhnya potensi diri yang ada pada diri anda?   Setiap kali guru memberikan markah ujian, cuba tanyakan diri anda, adakah ini yang terbaik boleh dilakukan oleh anda?  Kalau tidak, apa yang menghalang anda melakukan yang terbaik?  Tiada yang menghalang kecuali diri anda sendiri.  Kalau anda tidak mengubah sikap dan cara fikir anda sekarang, anda juga pastinya mencapai sesuatu yang serupa 5 - 10 tahun yang akan datang.  Yang berubah ketika itu mungkin lokasi anda, rakan-rakan anda dan fizikal luaran anda tetapi dalamnya tetap sama.  Kalau sekarang anda gagal di sekolah maka 5-10 tahun akan datang anda bakal gagal pula dialam pekerjaan.  Sebab itulah anda perlu berubah, dan perubahan itu perlu dilakukan sekarang! 

Allah s.w.t telah berfirman yang mafhumnya, "tidak akan aku ubah nasib sesuatu kaum itu sehinggalah mereka ubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri".


Catatan ini disalin dari:

Dr. Tengku Asmadi bin Tengku Mohamad, Ph.D


Semoga bermanafaat

Wallahu'alam.

Sunday, June 29, 2014

Prinsip Memori


Minat.   

Untuk mengingati sesuatu fakta anda mestilah mempunyai minat untuk mengetahui tentangnya.  Anda mesti mempunyai sebab kenapa mahu mengingatinya.  Fikirkan langkah-langkah yang boleh anda ambil untuk meningkatkan minat anda ketika belajar atau ketika berada dalam kelas.  Sekiranya anda sedar yang anda tidak berminat pada satu-satu mata pelajaran atau pada seorang guru, lakukanlah usaha untuk memperbaiki diri anda demi masa depan anda.  Langkah-langkah seperti berikut boleh membantu:

·         Dapatkan rakan yang hebat dalam pelajaran tersebut.
·         Kenali guru anda dan cuba fikirkan kebaikan-kebaikannya daripada memikirkan keburukan-keburukannya
·         Lakukan lebih banyak latihan untuk menguasai mata pelajaran tersebut.  Mulakan sedikit dahulu, apabila anda menguasai, walaupun sedikit, anda akan mula lihat bahawa anda punya potensi untuk pergi lebih jauh.  Minat mula berputik
·         Cari jalan untuk mempraktikkan apa yang anda pelajari.  Pelajaran bahasa memerlukan anda sentiasa bercakap menggunakan bahasa tersebut



Berhasrat Untuk Mengingatinya.   

Hasrat yang sungguh-sungguh untuk mengingati sesuatu fakta.  Berfikir secara positif dan katakan pada diri yang anda pasti boleh mengingatinya.  Amalkan sikap yang anda pasti mempelajari dan menguasainya sekarang, bukan esok bukan akan datang.   

Langkah-langkah berikut turut membantu: 

·        Anggapkan bahawa guru akan memberikan kuiz dipenghujung sessi, ganjarannya ialah RM10 untuk setiap soalan yang dijawab dengan betul.
·        Rekodkan pada sehelai kertas setiap kali anda meyedari yang fikiran anda melayang.  Serta merta kembali berikan tumpuan.  Dengan cara ini anda melazimkan minda anda untuk berusaha memberikan tumpuan.
·        Apabila membaca cuba berkata-kata kembali dengan penulisnya (walaupun penulis sebenarnya tidak ada dihadapan anda).
·        Ketika guru mengajar bentuk soalan sebanyak mungkin dan soal ketika berpeluang.

Pengetahuan Asas.  

Pemahaman anda tentang sesuatu subjek baru bergantung kepada sejauh mana pengetahuan anda tentang subjek tersebut sebelumnya, dan juga subjek-subjek yang berkaitan dengannya.  Lagi mantap pengetahuan asas anda, lagi mudah anda menguasai subjek yang baru dipelajari.
Tip: Lagi banyak pengetahuan asas anda tentang sesuatu pelajaran lagi mudah untuk anda lebih mengetahui tentangnya. 

Langkah-langkah yang boleh diambil:

·         Buat imbasan sebelum mempelajari pelajaran / tajuk baru (Lihat bahagian membaca kritikal).
·         Baca bahan sebelum bermulanya kelas. Baca walaupun anda tidak begitu memahaminya.  Ini akan menjadi pengetahuan asas untuk anda.
·         Mulakan dari yang mudah kepada yang susah.  Jangan abaikan perkara asas walaupun nampak mudah.
·         Lakukan usaha pengayaan bahan, baca buku-buku tambahan, cari bahan dalam internet dan sebagainya.

Pemilihan.   

Anda mesti mampu menilai bahagian mana yang lebih penting dan pilih bahagian tersebut untuk didalami.  Minda tidak mampu untuk menguasai sepenuhnya subjek baru dalam sesuatu masa.  Minda juga mempunyai had untuk mencerap perkara baru.  Oleh itu pilihlah perkara yang paling penting dulu untuk dipelajari, bermula dari sini anda boleh mengembangkan pengetahuan anda dengan menjadikan perkara yang telah dipelajari ini sebagai pengetahuan asas anda.

Pengecilan Saiz Maklumat.  

 Anda boleh belajar dan mengingati fakta dengan lebih baik sekiranya anda mampu mengagihkan fakta-fakta tersebut kepada beberapa kumpulan tertentu yang lebih kecil. (Lihat bahagian Teknik Ceraian).

Recitation.   

Menyebut fakta atau ide dengan suara yang boleh didengari oleh telinga anda mempercepatkan maklumat dipindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.  Penyebutan berhasil kerana beberapa sebab:
Anda tahu anda perlu menyebutnya dengan menggunakan ayat sendiri, maka anda akan berikan lebih tumpuan.  Anda juga meningkatkan hasrat untuk mengingatinya.
Anda mendapat maklumbalas segera sama ada anda mampu mengeluarkan semula maklumat tersebut.  Sekiranya anda telah menguasai sesuatu subjek maka anda juga pasti boleh menerang dan mengajarkannya semula.

Apabila anda mendengar setiap patah perkataan, anda menggunakan bahagian otak yang lain untuk memproses maklumat.

Tip :
·         Gunakan kad kecil.
·         Setiap kali habis baca satu perenggan, berhenti sejenak, jelaskan semula kepada diri anda apa yang telah anda pelajari dengan menyebutnya dalam perkataan anda sendiri.
·         Dapatkan rakan yang boleh sama-sama menyoal dan menjawab.
             Leceh?  

Memang melecehkan tetapi jauh lebih baik daripada anda membaca tetapi tidak faham dan tidak ingat.

Gambaran Minda.  

Ini adalah prinsip memori yang sangat penting.  Kaedah ini memerlukan anda menggambarkan setiap fakta yang anda mahu ingat.  Dengan menggambarcara anda menggunakan otak kanan anda seiring dengan membaca yang menggunakan otak kiri.  Begitu juga ketika guru mengajar, tukarkan setiap penyampaian guru ke dalam bentuk gambaran minda.  Sebenarnya minda anda telahpun melakukan proses ini tanpa anda sedari tetapi untuk meningkatkan ingata anda perlu melakukan usaha sendiri untuk menggambarkannya.  Kita akan mempelajari 80% dari apa yang kita lihat  daripada apa yang kita dengar.  Walau bagaimana rumit sekali pun cuba dapatkan ide untuk menggambarkan setiap apa yang dipelajari.   

Tanya diri anda soalan berikut:
·         Bolehkah fakta ditukarkan kepada carta atau graf?
·         Bolehkan anda melakar atau melukis?
·         Bolehkan anda buatkan cerita dalam minda?
·         Bolehkan dihasilkan peta minda?

Association.  

Ingatan akan lebih kuat dan lebih lama sekiranya sesuatu yang mahu diingati itu unik, ganjil, atau boleh dikaitkan dengan sesuatu yang anda ketahui sebelum ini. 

Consolidation.   

Minda anda memerlukan masa untuk maklumat baru tersimpan.  Apabila anda membuat nota dan mengimbas semula serta merta setelah tamatnya kelas bermakna anda telah membolehkan maklumat tersimpan lebih lama.  Memori jangka pendek hanya mampu menyimpan 5 hingga 7 maklumat sahaja dalam sesuatu masa.   Sekiranya maklumat ini tidak dipindahkan ke memori jangka panjang maka potensi untuk anda lupa adalah tinggi.   
Anda biasanya didatangkan dengan begitu banyak maklumat ketika belajar.   
Oleh itu anda perlu menggunakan kaedah dibawah bagi mengekalkan maklumat-maklumat tersebut.


·         Membuat nota.

·         Bertanya soalan dalam kelas.

·         Mengimbas semula nota.

·         Berhenti disetiap perenggan dan tuliskan soalan atau soal diri anda apa yang telah anda pelajari.

·         Membuat gambaran minda.

·         Menyebut kembali apa yang dibaca dalam ayat sendiri.

·         Membuat kad kecil.

·         Menguji diri dengan kuiz atau soalan.



Mengagih Latihan.   

Beberapa siri sessi belajar yang pendek adalah lebih baik dari satu sessi belajar yang panjang.  Pendekatan ini perlu digunakan untuk mata pelajaran yang anda sukar fahami atau sukar dikuasai.  Sebab minat anda tentang mata pelajaran ini kurang atau tiada langsung sedangkan mata pelajaran tersebut penting.
Mengagih masa latihan memberikan masa untuk maklumat dicerap dan disimpan.  Ia juga membolehkan anda membina pengetahuan asas tentang pelajaran tersebut.



 Artikel ini disalin dari Catatan:
 Dr. Tengku Asmadi bin Tengku Mohamad, Ph.D


Semoga Bermanafaat

Wallahu'alam